Jumat, 26 Januari 2018

Anak-anak Sebagai Pemilik Dunia

Tahun ini Nicole akan menginjak usia 3 tahun. Sebagai mahmud (mama muda cantik dan imut, huekkk...), saya sudah punya perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang untuk putri kecil yang sudah dipercayakan Tuhan untuk kami 4 tahun lalu (iya donk, kan dihitung dari dia sudah menjadi embrio di rahimku).

Singkat cerita, meskipun uda ada perencaan, tetap ajakan ya harus banyak komparasi, baca sana baca sini, dengar sana dengar sini, biar ntar gak menyesal.

Nicole, rencananya akan saya masukkan sekolah mulai usia 4 tahun, memasuki jenjang TK A, TK B dan selanjutnya. Kenapa gak masuk ke Playgroup? Karena saya pikir dia tidak terlalu membutuhkannya, karena dari sisi sosialisasi dia disupport dengan banyaknya teman-teman seusianya di sekitar rumah, dari segi perkembangan motorik halus dan kasar, di rumah sudah cukup banyak mainan yang mendukung perkembangan motorik halus dan kasar.

Nah, untuk sekolah yang akan saya prioritaskan bagi Nicole adalah kurikulum montessori.

Hanya... beberapa video praktisi psikologi banyak beredar yang suka membuat emak-emak jaman NOW jadi galau, yang menyatakan anak-anak gak perlu sekolah terlalu dini (dini menurut beliau, di bawah 7 tahun apa 4 tahun, saya kurang paham, tapi yang jelas ini membuat banyak emak-emak yang baru punya anak 1 jadi galau).

Kalau saya sih prinsipnya, selama keputusan yang kita ambil memberikan manfaat bagi anak kita sesuai kebutuhannya dan bisa diterima secara logika dan bukan hanya karena mendengarkan kata si "pakar", jalani saja. Toh tidak ada orang tua yang sempurna, tetapi semua orang tua ingin menjadi sempurna untuk anaknya dan memberikan yang terbaik untuk anaknya.


Keputusan yang saya ambil berdasarkan research saya dan kontemplasi saya sendiri:

  1.  Pemilik dunia
    Anak-anak kita adalah pemilik dunia, jadikan dia sosok orang dewasa yang akan datang sebagai pemilik dunia ini. Kalau dunia berada pada genggamannya, berarti dia harus lebih besar dari dunia ini. Maka persiapkanlah dia sebaik mungkin. Pemilik dunia itu bukan saja melulu menjadi presiden, atau jadi menjadi tokoh-tokoh besar di dunia politik. Kalau saya, karena suka mendengarkan musik, saya tertarik dengan orang-orang yang memiliki dedikasi dan passion yang tinggi dibidangnya. Semisal: Ed Sheeran, Jonas Blue, Ellie Goulding, nama-nama ini cukup menggugah saya kenapa mereka bisa exist dengan karyanya masing-masing. Apa sih yang mereka makan? Apa sih yang mereka pelajari dimasa kecilnya? Akhirnya google membawa saya kepada 1 klu, yaitu mereka berasal dr UK (Ireland, Inggris, Wales dan Scotland) dan saya diajak surfing ke pendidikan di UK itu seperti apa.
  2. Pendidikan di UK 
    (Baca disini) Belum pernah ke UK bukan berarti tidak bisa mengetahui isi perut di UK, surfing memudahkan hidup kita sekarang ini, jadi sayang banget kalau tidak dimanfaatkan. Berikut saya akan ulas mengenai pendidikan di UK. Di UK itu pendidikan wajibnya (formal) dari usia 5-18 tahun. Nah, 5 tahun itu sudah belajar baca dan tulis. Pemerintah dan swasta mendukung pendidikan anak di bawah 5 tahun tapi sifatnya non formal. Nah, dari segi usia, di negara maju aja usia segitu udah belajar kok. Jadi kenapa takut? Ingat, anak-anak kita pemilik dunia ini, jadi persaingannya bukan hanya pada teman sekelas, tapi DUNIA. Gak perlu takut untuk perkembangan Psikologis, selama keluarga masih memberikan kehangatan dan pendidikan moral yang cukup. Jam belajarnya juga dari usia 5 tahun sudah 21 jam/minggunya, berarti kalau TK sudah bisa 4,5 jam per harinya kalau hari sabtunya libur.  #tsaaahhh... tenang, kita masih sama-sama belajar kok.

Mata pelajarannyapun sudah mengikuti perkembangan jaman, hanya 3 matpel wajib, matematika, bahasa inggris dan sains (meski bahasa ibunya bahasa inggris, tetap jadi matpel wajib ya, dan sains juga uda dipelajari dari usia 5 tahun). Nah matpel pilihannya yang bikin kita tercengang, ada musik, pemograman (dari usia 5 tahun) dan teknologi. Hadeh, terus terang mata saya terbelalak sebelalaknya pas baca bagian ini. (matpel pilihannya ada 9 matpel, tapi 3 matpel ini yang membuat saya kaget plus sedih). *tarik nafas* Ada lagi yang menarik, ada pendidikan khusus yang wajib diajarkan di sekolah, yaitu pendidikan agama (dari umur 5 th) dan pendidikan seks dan hubungan antar manusia (dari umur 7 th).

Nah, itu sekilas perbandingan pendidikan dengan negara maju, yang saya ambil pilihan negaranya hanya karena Ed Sheeran, wkwkwkw... Kalau mau baca lebih jelasnya, boleh dibuka linknya.

Kesimpulannya adalah saya gak ngerti ilmu psikologi, tapi saya sebisa mungkin mengisi jiwa anak saya dan sebisa mungkin mempersiapkan dia sebagai pemilik dunia. Kalau dunia sudah terbang, kenapa kita mesti lari? mampukah pendidikan di Indonesia mengalahkan pendidikan di luar negri? Jelas tidak, kalau dibandingin head to head. Tapi selama kita berusaha memberikan yang terbaik, pasti ada jalan. Gak bisa ngalahin bukan berarti anak-anak kita harus sekolah di negara maju. Semua ketertinggalan pasti bisa dikejar kok.

Yuk optimis Mommy2 cantik aka MACAN.